Hukum Bacaan Ikhfa: Definisi, Macam-Macam & Cara Membaca Yang Benar

Hukum Bacaan Ikhfa: Definisi, Macam-Macam & Cara Membaca Yang Benar Al-quran merupakan kitab suci umat Islam dan membacanya merupakan sebuah amalan wajib utamanya bagi seorang muslim. Tidak hanya sekedar memahami huruf saja, mengerti akan makna dari setiap kalimatnya juga sangat dianjurkan.

Namun sayangnya, sejauh ini masih banyak orang yang belum bisa membaca apalagi memahami makna dari setiap kalimat dalam Al-quran dengan benar. Padahal hal itu merupakan aspek krusial dalam ilmu tajwid.

Bicara mengenai tajwid yang merupakan ilmu dasar dalam membaca Al-Quran secara baik dan benar, sebenarnya banyak sekali jenisnya. Salah satu hukum bacaan paling utamanya yakni ikhfa.

Bagi orang-orang yang telah mempelajari ilmu tajwid tentu sudah sedikit banyak tahu mengenai hukum bacaan ini. Ikhfa merupakan salah satu dari enam jenis mad yang acap kali muncul di dalam kalimat-kalimat Al-Quran.

Tentunya mempelajari dan memahami hukum bacaan Ikhfa adalah suatu keharusan agar bisa membaca Al-Quran dengan benar. Karena ketika seseorang melalfkan ayat dengan makharijul huruf salah maka hal itu bisa menyebabkan perbedaan arti dari yang sebenarnya.

Definisi Lengkap Mengenai Ikhfa

ikhfa artinya

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai ikhfa, amat sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui dahulu definisinya. Secara harfiah kata ini memiliki arti “menghilangkan” atau “menyembunyikan”.

Dalam konteks ilmu tajwid, ikhfa berarti cara pelafalan beberapa huruf yang mempunyai sifat-sifat khusus secara samar. Itu artinya, pembacaan jenis-jenis huruf tertentu tidak dengan jelas seperti lainnya.

Ciri khusus hukum ikhfa yakni pengucapan kalimat dengan suara lembut atau ringan sehingga seperti samar. Namun, perlu Anda pahami bahwa cara itu tidak bermakna untuk mengubah arti. Melainkan memberikan kejelasan dan kelancaran dalam membaca ayat Al-Quran.

Adapun 15 huruf ikhfa adalah sebagai berikut:

  • ع (Ain)
  • ح (Ha)
  • غ (Ghain)
  • خ (Kha)
  • ق (Qaf)
  • ص (Shad)
  • ض (Dhad)
  • ط (Tha)
  • ظ (Dhah)
  • ف (Fa)
  • ب (Ba)
  • ج (Jim)
  • د (Dal)
  • ت (Ta)
  • ث (Tha)

Sementara itu, huruf-huruf yang menyebabkan terjadinya ikhfa disebut dengan huruf “huruf ikhfa” dan terdiri dari:

  • ن (Nun)
  • م (Mim)
  • و (Wau)
  • ي (Ya)

Ada beberapa aturan dan variasi dalam ikhfa, tergantung pada konteks bacaan dan kombinasi huruf yang terlibat. Namun, secara umum, ikhfa dilakukan dengan cara melafalkan huruf ghunnah dengan suara yang lebih lembut dan pendek.

Contohnya, ketika huruf ن (Nun) bertemu dengan huruf ب (Ba) atau ح (Ha), maka nun tersebut akan diucapkan dengan suara yang lebih samar. Setelah mengetahui definisinya, berikut macam-macam Ikhfa yang perlu anda semua ketahui demi kelancaran dalam membaca Al-Quran.

Macam-macam & Contoh Ikhfa Yang Perlu Diketahui

contoh ikhfa syafawi

Tahukah Anda jika dalam ilmu tajwid ikhfa terbagi ke dalam beberapa macam. Berikut ini ada penjelasan singkat mengenai jenis-jenis lengkap dengan hal-hal yang membedakan antara keduanya.

Ikhfa Haqiqi (Nyata)

Sekilas ikhfa ini dapat tergambar dari namanya. Haqiqi yang berarti nyata. Hukum bacaan ini bisa terjadi apabila ada Nun sukun atau tanwin bertemu dengan lima belas huruf yang memiliki sifat khusus.

Kelima belas huruf itu meliputi Ta’, Tsa’, Jim, Dal, Dzal, Zay, Sin, Syin, Sod, Dhod, Tho’, Zho, Fa’ Qof dan Kaf. Pada saat ada fenomena ini maka dalam membaca ayat maka harus secara samar namun nyata

Ikhfa Sugra atau Kecil

Lain halnya dengan jenis sebelumnya, hukum ikhfa sugra ini memiliki arti kecil. Fenomena ini terjadi apabila ada huruf nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf khusus yakni Qof dan Kaf.

Kedua huruf itu memiliki sifat khusus karena pelafalan hijaiyahnya jauh dari nun. Ketika fenomena ikhfa sugra terjadi maka harus dilafalkan dengan mendengung dan secara pendek. Biasanya pembacaannya sendiri akan cenderung ke arah bunyi “ng”

Ikhfa Kubra atau Aqrab

Tipe Aqrab ini merupakan lawan dari sugra. Hukum ini terjadi apabila terdapat nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah yang pelafalannya dekat dengan nun. Jika fenomena itu terjadi maka disebut ikhfa kubra.

Huruf-huruf yang termasuk dalam kategori kubra meliputi Ta’, Dal, Tha’. Jika nun sukun atau tanwin bertemu ketiga huruf itu maka harus dibaca dengan menggunakan bunyi yang mendekati bunyi “N”. Suara itu nanti harus berdengung dan ditahan selama dua ketukan.

Ikhfa Wustho

Wustho atau ausat ini merupakan salah satu jenis ikhfa yang jarang orang kenal. Ada tanda khusus mengenai hukum ini yakni apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf yang tidak jauh maupun dekat dengan huruf nun.

Huruf-huruf ikhfa wusta ada sepuluh yakni meliputi Ta’, Jim, Dzal, Zai, Sin, Syin, Shod, Dhod, Zho, dan Fa’. Bacaan tajwid ausat ini akan mengarah pada bunyi “n” atau “ng”, Namun, khusus untuk Fa’ pelafalannya lebih ke “m-f”.

Ikhfa Syafawi

Ikhfa syafawi masuk kategori paling unik dan mudah untuk seseorang bedakan. Pasalnya, jika yang lain menggunakan nun mati, berbeda halnya dengan jenis ini yang memakai tanda mim sukun dan bertemu huruf ba’ setelahnya.

Jadi secara mudahnya apabila mim sukun bertemu dengan kelima belas huruf ikhfa maka masuk dalam kategori syafawi. Dalam hukum ini, maka pembacaannya atau pelafalannya secara samar pada bibir dan berdengung.

Itulah beberapa tipe ikhfa dalam ilmu tajwid yang harus seseorang pelajari dan pahami. Karena hal ini akan mempermudah seseorang utamanya kaum muslim ketika membaca kitab suci Al-Quran secara baik serta benar.

Cara Membaca Ikhfa Yang Benar Sesuai Kaidah

huruf ikhfa haqiqi

Tidak cukup hanya memahami pengertian dan jenis-jenis ikhfa saja. Sangat penting bagi seseorang untuk mempelajari bagaimana cara membaca yang baik dan benar. Berikut ini ada beberapa panduan bisa menjadi bahan acuan yakni seperti:

Anda Harus Menjaga Ujung Lidah

Saat melafalkan sebuah kalimat dengan hukum ikhfa, pastikan bahwa ujung lidah tidak menyentuh gusi depan. Pasalnya, pada bagian itu merupakan spot makhraj nun. Jika sampai itu terjadi maka pengucapan nun atau tanwin menjadi tidak jelas.

Sekali lagi perlu Anda ingat bahwa cara membaca ikhfa dengan samar dan mendengung. Namun, apabila ujung lidah menyentuh gusi depan saat melafalkan huruf maka jadinya huruf yang keluar terdengar jelas seperti bacaan izhar.

Pastikan Tidak Ada Nun atau Tanwin Gabung

Selain memastikan pelafalan makhraj, penting juga bagi seseorang untuk melihat bahwa tidak ada gabungan nun atau tanwin pada kalimat setelahnya. Hal ini karena ikhfa hukumnya berada di tengah-tengah kalimat atau bacaan.

Itulah dua cara yang bisa Anda jadikan pendoman untuk membaca ikhfa secara baik dan benar. Mungkin seseorang akan melihat hal ini seperti sepele. Namun, jika tidak dilakukan akan terjadi kesalahan pelafalan serta salah makna.

Hukum Mempelajari Bacaan Ikhfa

Membaca Al-Quran merupakan sebuah amalan yang mulia dan mendatangkan kebajikan. Hal ini sesuai dengan tuntunan baginda nabi besar Muhammad SAW yang menjelaskan tentang pentingnya mempelajari kitab suci umat Islam.

Semakin banyak lakukan amalan ini maka sangat bagus. Namun, Anda juga harus paham bahwa meningkatkan kualitas bacaan merupakan hal yang jauh lebih penting. Anjuran ini sesua dengan surat Al Muzammil ayat 4.

Oleh sebab itu, wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk mempelajari ilmu tajwid khususnya ikhfa. Hal itu supaya pelafalan bacaan menjadi lebih sempurna dan meminimalisir adanya kesalahan makhraj serta arti saat tartil.

Kelebihan Huruf Ikhfa Dari Hukum Bacaan Lainnya

hukum bacaan ikhfa

Layaknya koin memiliki dua sisi, begitu pula dengan ikhfa. Dimana kelima belas hurufnya mempunya kelebihan serta kekurangan yang kerap kali membuat orang-orang kesulitan namun jarang disadari yakni seperti berikut:

Pelafalannya Halus

Salah satu kelebihan pelafalannya harus secara samar dan halus. Sesuai dengan kaidah hukumnya, bahwa kelima belas huruf hijaiyah yang menjadi huruf ikhfa memiliki sifat halus sehingga seseorang akan lebih nyaman mendengarnya.

Pelafalannya Lebih Lancar

Ketika membaca AL-Quran salah satu hal yang sangat penting yakni menjaga kelancaran pelafalannya. Karena semua ini akan mempengaruhi makna yang ada dalam ayat-ayat itu sendiri.

Bacaan Menjadi Lebih Indah

Dengan keunikan yang ikhfa miliki, bacaan Al-Quran akan menjadi lebih indah dan bervariatif. Tentunya hal ini karena huruf-huruf tersebut menghasilkan suara halus serta seimbang.

Seringkali Membingungkan

Bagi seseorang yang sedang mempelajari ilmu tajwid, kerap kali banyaknya huruf ikhfa membuat bingung dan kesulitan untuk menghafalnya . Utamanya ketika saat praktek langsung membaca Al-Quran.

Merubah Makna Bacaan

Ketika seseorang melafalkan huruf ikhfa tidak dengan benar maka hal ini akan membuat makna sebuah bacaan berubah. Tentu saja semua itu menjadi kurang baik karena menghilangkan kemurnian arti dan menyebabkan salah tafsir.

Meskipun memiliki kekurangan serta kelebihan, namun jangan sampai hal itu membuat Anda menyerah untuk mempelajari ilmu tajwid khususnya bab ikhfa. Karena dalam penerapannya hal ini akan sangat berguna dalam menyempurnakan bacaan seseorang.

Alasan Penting Mempelajari Ikhfa

ikhfa haqiqi

Tahukah Anda faktanya mempelajari ikhfa serta hukum-hukum tajwid lainnya merupakan sebuah keharusan? Jawabannya memang benar. Namun, dibalik kewajiban ini ada alasan penting yang mendasarinya yakni meliputi:

Supaya Bisa Membaca Al-Quran dengan Baik dan Benar

Tadi sudah banyak disinggung bahwa dengan mempelajari hukum tajwid maka seseorang dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Pasalnya, dalam ilmu ini Anda akan belajar mengenai cara pelajafan huruf sesuai makhraj serta sifatnya.

Mungkin banyak orang yang belum paham, bahwa tiga puluh jenis huruf hijaiyah masing-masing memiliki makhraj dan sifat berbeda. Jika seseorang tidak mempunyai dasar pengetahuan hal ini tentu saja akan sulit untuk membaca ayat Al-Quran sesuai kaidahnya.

Menjaga Kemurnian Bacaan Al-Quran

Menjaga kemurnian bacaan Al-Quran merupakan sebuah keharusan bagi semua umat muslim, khususnya bagi pembacanya sendiri. Ketika seseorang mempelajari tentang ilmu tajwid maka orang itu akan lebih berhati-hati saat membaca.

Kehati-hatian inilah yang pada akhirnya membuat seseorang lebih teliti sehingga tidak ada penambahan huruf atau harakat sehingga menyebabkan salah pelafalan. Jika sudah seperti ini, bisa dipastikan bahwa kemurnian Al-Quran terjaga.

Menjaga Lisan dari Dosa

Tahukah Anda ketika seseorang salah melafalkan sebuah huruf di Al-Quran akan mendapat dosa? Iya, semua ini memang benar adanya. Maka dari itu penting bagi seseorang untuk mempelajari ilmu tajwid sehingga kemurnian bacaan terjaga.

Kenapa salah membaca Al-Quran bisa berdosa? Hal itu karena setiap huruf mempunyai makhraj serta sifat berbeda. Jika seseorang salah melafalkannya secara otomatis artinya pun akan berubah sehingga bisa menyebabkan salah tafsir.

Mempermudah Menghafal Al-Quran

Apabila seorang muslim ingin menghafal Al-Quran mempelajari ilmu tajwid bisa menjadi dasar yang akan mempermudah. Karena seorang hafidz harus mengetahui segala isi serta pelafalan makhraj huruf secara benar.

Itulah mengapa mempelajari ilmu tajwid khususnya ikhfa menjadi hal yang sangat penting. Bahkan bisa dikatakan sebagai pondasi awal belajar Al-Quran, apalagi bagi seorang hafidz. Karena semua hafalannya harus ada pertanggung jawabannya.

Itulah tiga alasan penting kenapa seseorang harus mempelajari ilmu tajwid khususnya ikhfa. Karena Al-Quran merupakan kumpulan ayat-ayat tentang firman Allah SWT beserta panduan hidup manusia, khususnya umat Islam maka sangat penting untuk menjaga artinya.

Tips dan Trik Belajar Ikhfa Agar Cepat Paham

huruf huruf ikhfa

Tidak ada sesuatu yang sifatnya mudah. Meskipun demikian wajib hukumnya bagi seorang muslim mempelajarinya. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini ada beberapa tips dan trik yang bisa mempermudah dalam belajar ilmu tajwid khususnya ikhfa.

Hafalkan Huruf-huruf Ikhfa

Tips pertama yang perlu Anda lakukan agar mudah dalam belajar ikhfa yakni menghafalkan huruf-hurufnya. Pada dasarnya, setiap hukum tajwid memiliki ciri-ciri berbeda. Hal ini biasanya berada pada jenis-jenis makhrajnya.

Secara mudahnya Anda harus menghafal kelima belas huruf ikhfa. Kemudian ingatlah mengenai syarat-syaratnya yaitu nun sukun, mim mati atau tanwin sebagai pendahul namun letaknya berada di tengah kalimat.

Mempelajari tentang Artikulasi Huruf Arab

Seperti Anda ketahui bahwa jumlah hijaiyah ada tiga puluh. Masing-masing memiliki artikulasi yang berbeda. Penting bagi seseorang khususnya umat muslim untuk memahami tentang letak makhraj tiap-tiap huruf.

Tentu saja hal itu akan sangat membantu Anda dalam memahami hukum bacaan tajwid. Semakin seseorang tahu dan hafal letak makhraj masing-masing huruf, maka pelafalannya pun akan benar, begitu pula sebaliknya.

Rajin Latihan Menganalisis Bacaan

Setelah melakukan kedua hal sebelumnya, yang tidak kalah penting untuk Anda lakukan yakni rajin latihan menganalisis bacaan. Sekarang ini banyak media bisa seseorang gunakan untuk belajar membedakan hukum-hukum tajwid.

Dalam hal ini, agar mempermudah saat proses belajar sebaiknya Anda menggunakan jasa instruktur profesional. Tutor akan membantu untuk mengoreksi apakah bacaan serta pelafalan makharijul huruf sudah benar atau belum.

Jangan Putus Asa

Memang belajar ilmu tajwid bagi sebagian orang merupakan hal sulit. Walaupun demikian, jangan pernah Anda merasa putus asa ataupun kehilangan harapan. Dalam proses ini memang perlu kesabaran serta tekad yang kuat.

Saat belajar jika menemui kesulitan atau gagal mengerjakan soal latihan jangan menyerah begitu saja. Kuatkan tekad Anda untuk mencari ilmu dan memberantas kebodohan agar mendapat rahmat Allah SWT.

Lakukan Tiap Langkah Secara Teratur

Satu hal yang perlu seseorang tanamkan dalam diri selain tekad belajar harus kuat yakni melakukan setiap prosesnya, langkah demi langkah. Jangan buru-buru mempelajari hukum tajwid lainnya sebelum menuntaskan satu jenis.

Sebaiknya berikan jeda pada setiap jenis untuk memahami lebih mendalam. Jika Anda merasa sudah menguasainya barulah setelah itu pindah ke tipe lain. Hal ini akan memudahkan seseorang supaya tidak bingung sehingga menjadi kewalahan.

Praktekan dengan Membaca Al-Quran

Al-Quran merupakan kitab yang berisi kumpulan ayat-ayat. Media ini bisa Anda jadikan sebagai sumber latihan tajwid secara konstan. Caranya cukup mudah, seseorang bisa mencari kata-kata yang mengandung hukum ikhfa.

Setelah menemukan beberapa contoh ikhfa lengkap dengan penjelasannya. Tahap berikutnya Anda bisa belajar untuk melafalkan makhorijul huruf sesuai hukum ikhfa. Dalam hal ini sebaiknya ada tutor yang membantu untuk mengoreksi bacaan.

Terus Berlatih

Setelah memahami konsep hukum ikhfa, sebaiknya praktikan ilmu tajwid yang  Anda kuasai dalam kehidupan sehari-hari. Jika hal itu sering seseorang lakukan secara tidak langsung akan menjadi kebiasaan.

Tahukah Anda jika latihan akan membuat manusia menjadi sempurna? Konsep ini memang benar adanya. Ketika seseorang mempraktekkan sesuatu dalam kehidupan sehari-sehari perlahan-lahan hal itu membentuk sebuah kebiasaan.

Demikianlah ulasan seputar ikhfa dari Polresbadung.id lengkap beserta macam-macam, hukum dan cara membacanya. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan serta menjadi sumber pembelajaran, utamanya bagi para umat muslim yang hendak mempelajari ilmu tajwid.

Baca Artikel Lainnya:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Polresbadung.id